Ayanaz Gedongsongo Tampil Menarik

Ayanaz Gedongsongo Tampil Menarik

Ayanaz Gedongsongo Tampil Menarik – Kekuasaan kerajaan pada periode lalu menyebar luas di segala penjuru Indonesia.

Tidak kecuali dengan Semarang, ibukota dari Jawa tengah. Terdapatlah kompleks candi warisan agama hindu yang namanya Candi Gedong Songo.

Ayanaz Gedongsongo, Tampil Menarik Dengan 35 Spot Photo Modern

Berada di kaki Gunung Ungaran, membuat kompleks candi ini demikian unik. Kecuali keelokan alam dan keelokan bangunan candi, di sini pelancong dapat lakukan banyak rutinitas hebat.

Baca Juga: Air Terjun Paling Tinggi Di Yogyakarta

Angka yang mengagumkan, bila menyaksikan hasil survey yang dilaksanakan oleh pegipegi dengan YouGov atas minat wisatan pada tujuan rekreasi budaya, dan peninggalan riwayat.

Dari 2000 informan, rupanya 51% nya menyenangi untuk bertandang ke tempat wisata itu. Karena itu, bila ada satu tempat wisata meiliki lebih satu topik rekreasi, karena itu tempat wisata itu ditegaskan akan ramai dukunjungi.

Sama seperti yang terjadi dengan tempat wisata monumental, yakni Candi Gedong Songo, yang semakin komplet dengan kedatangan Ayanaz Gedongsongo.

Ayanaz Gedongsongo sebagai tempat wisata dengan macam spot modern, dan Candi Gedong Songo yang notabene sebagai tempat wisata riwayat pada sebuah teritori, mendatangkan sebuah kerjasama kombinasi dua topik rekreasi.

Topik rekreasi zaman dulu yang ditunjukkan dengan kedatangan Candi Gedong Songo, dan rekreasi dengan topik zaman saat ini yang diikuti dengan kedatangan Ayanaz Gedong Songo.

Daya Ambil Ayanaz Gedongsongo

Daya magnet Ayanaz Gedongsongo bisa kelihatan dari ide khusus tempat wisata itu. Dan berikut daya tarik keelokan Ayanaz Gedongsongo yang terangkum dalam ide topik wisatanya :

  1. Topik Rekreasi Modern

Daya magnet khusus dari Ayanaz Gedongsongo ialah berada pada ide yang menyuguhkan spot yang modern, atau juga dikenal dengan istilah spot instagramable.

Kurang dari 35 spot modern yang tersaji di Ayanaz Gedongsongo. Karena itu lumrah saja bila pelancong yang tiba ke posisi itu didoinasi oleh golongan milenial.

Pada kenyataannya, bila sebuah tempat wisata bisa menyuguhkan macam spot yang instagramable, karena itu besar sekali peluangnya jika tempat wisata itu akan ramai didatangi pelancong.

Itu bukti yang ada sekarang ini. Ayanaz Gedongsongo, jadi sebuah jawaban atas tuntutan zaman. Hadirnya jadi penyembuh dahaga untuk beberapa pencinta dunia photografi.

  1. Topik Rekreasi Keluarga

Spot – spot yang tersaji di Ayanaz Gedongsongo tidak beresiko. Hal itu sudah pasti jadi sebuah berita bahagia untuk mereka yang ketidaktahuan cari tujuan rekreasi keluarga yang pas saat berlibur datang.

Teritori Ayanaz Gedongsongo, dan teritori Candi Gedong Songo jadi sebuah teritori yang recommended buat anda dan keluarga.

Yang terpenting kembali, tidak boleh lupakan untuk mendokumentasikan tiap peristiwa kegembiraannya.

  1. Topik Rekreasi Mendidik, Dan Rekreasi Riwayat

Topik rekreasi edukasi dengan topik rekreasi riwayat ialah dua segi mata uang yang tidak bisa dipisah. Candi Gedong Songo diprediksi telah ada semenjak era ke 9, atau seputar tahun 927 Masehi. Di teritori itu, ada sembilan buah candi.

Bila anda bertandang dengan keluarga ke tempat wisata Ayanaz Gedongsongo, karena itu kedatangan Candi Gedong Songo jadi sebuah nilai edukasi terutamanya untuk anak- anak.

  1. Topik Rekreasi Alam

Gunung Ungaran sebagai gunung yang paling populer akan daya tarik keelokan alamnya, tanpa kecuali sampai hingga di lerengnya.

Yang harus dipahami, jika Ayanaz Gedongsongo berada di lereng Gunung Ungaran. Dengan begitu, spot modern yang berada di alam terbuka, makin memperbaiki view yang tersaji.

Teritori Ayanaz Gedongsongo berada pada ketinggian 1.200 mdpl, dan mempunyai cuaca yang cukup dingin. Keadaan itu benar-benar pas untuk mereka yang terlatih hidup di pusat perkotaan yang dipenuhi oleh pencemaran.

Macam Sarana Dan Rutinitas Rekreasi Di Ayanaz Gedongsongo

Sama seperti yang sudah dikatakan pada awal, jika kurang dari 35 spot modern yang tersaji di Ayanaz Gedongsongo. Dan berikut beberapa spot sebagai favorite pengunjung :

  1. Balon Udara

Spot ini menyuguhkan sebuah kesan menelusuri alam terbuka dengan memakai balon udara. Tetapi hal itu hanya sebuah kesan saja.

Karena balon udara itu masih diam, tetapi bidikan camera bisa merekayasa orang yang menyaksikan seakan – olah lagi ada di atas balon udara. Bagus kan?

  1. Spot Di tengah Kolam

Spot seterusnya sebagai favorite pengunjung ialah spot di tengah-tengah kolam. Lokasi yang seperti lingkaran, dengan bangku duduk, ada di tengah-tengah kolam, sekalian nikmati keelokan alam seputar.

  1. Tempat Duduk Eksotis

Spot setelah itu bangku – bangku yang didekor, hingga munculkan kesan-kesan eksotis. Hasil bidikan camera di spot ini emberi kesan-kesan menawan, eksotis, dalam bebatan alam terbuka.

Sebenarnya ada banyak macam sarana, atau spot selfie yang sangatlah baik yang ingin aku ulas. Bila anda ingin tahu, bagusnya segera saat berlibur datang jadikan Ayanaz Gedongsongo sebagai tujuan rekreasi fokus.

Dan ada spot alami yang selalu ramai didatangi, yakni pemandian air panas alami. Posisinya dekat sama Candi Gedong Songo.

Posisi Ayanaz Gedongsongo Tampil Menarik

Ayanaz Gedongsongo itu ada di Candi Gedongsongo, Krajan, Banyukuning, Bandungan, Semarang, Jawa tengah.

Dari pusat perkotaan Semarang, Ayanaz Gedongsongo bisa dilakukan dengan perjalanan seputar 45 menit.

Jalur Ayanaz Gedongsongo

Posisi Ayanaz Gedong Songo ada di teritori Candi Gedong Songo. Jadi untuk ke arah posisi Ayanaz Gedong Songo sama dengan bila akan ke Candi Gedong Songo.

Bila tiba dari arah Grobogan, karena itu jalur perjalanannya ialah Godong – Gubug, Kedungjati – Tuntang – Bawen – Bandungan – Gedongsongo.

Bila tiba dari Salatiga, Boyolali dan Solo, karena itu turuti lajur dari jalan raya Semarang – Solo sampai mendapati papan arah ke arah Bendungan.

Jika  dari Jakarta dan Pekalongan, karena itu dapat lewat jalan pertigaan Kaliwungu Kendal РSumowono Рpertigaan lampu merah Boja Kendal mengambil kiri Рperempatan saat sebelum jembatan mengambil kanan РSumowono РPasar Sumowono Рsampai ada pertigaan lempeng saja sampai ke POM bensin Palibapang karena itu turuti panduan di atas.

Jam Membuka Ayanaz Gedongsongo

Ayanaz Gedogsongo Semarang nuka tiap hari. Pengunjung yang ketarik ingin berfoto di sini, dapat mendatanginya start pukul 08.00 sampai 16.00.

Adapun waktu terbaik untuk berkunjung Ayanaz Gedongsongo ialah jam 08.00 dan 15.00 supaya memperoleh bidikan langit ceria atau senja.

Ticket Ayanaz Gedongsongo

Untuk ticket masuk di tempat Ayanaz Gedongsongo bervariatif seperti umur. Pengunjung dewasa dikenakan harga Rp.25.000 per-orang.

Sedang beberapa anak di bawah dua tahun bayar Rp 10.000. Harga ticket masuk pada hari liburan nasional sebesar Rp 25.000.

Tetapi, karena Ayanaz Gedongsongo ini ada dalam teritori kompleks Candi Gedongsongo, karena itu pengunjung lebih dulu harus beli ticket masuk di teritori Candi Gedongsongo. TIketnya dengan harga Rp 10.000.

Sarana Ayanaz Gedongsongo Tampil Menarik

Dari sisi sarana, Ayanaz Gedong Songo Bandungan Semarang telah mempunyai sarana yang memadahi. Salah satunya tempat parkir yang lega, masjid, toilet dan kamar mandi. Bahkan juga ada gazebo yang dapat dipakai untuk santai.

Jika lapar, di sini ada beberapa warung makan. Bahkan juga di warung makan di seputar posisi, pengunjung dapat mendapati makanan ciri khas Semarang.

Begitu informasi komplet mengenai Ayanaz Gedongsongo. Masih taati prosedur kesehatan, dan prosedur kemanan.

Dogma Candi Gedong Songo

Bila disaksikan dari namanya, “Songo” bermakna “sembilan” dalam Bahasa Jawa. Tetapi rupanya, candi yang berada di tempat wisata ini tidak sejumlah pas sembilan. Jumlah tentunya tidak ada yang ketahui.

Ini karena, candi warisan Wangsa Syailendra ini posisinya tidak berurut. Di antara Candi 1 sampai 9 tidak ada berurut, tetapi berpencar. Ada pengunjung yang hitung banyaknya 7 candi, ada pula yang 8 candi.

Bila ada yang hitung sejumlah 9 candi, disebutkan akan memperoleh peruntungan. Lepas dari itu semua, tempat wisata ini rupanya memiliki bio energi. Bahkan juga, bio energi ini lebih bagus dibanding di Tibet, Cina.

Selalu kampanyeukan tidak boleh buang sampah asal-asalan, karena “Sampahmu, Ialah Dosamu”.